Archive for November, 2006

Akhirnya Surabaya Hujan Juga

Alhamdulillah…

Itulah kalimat pertama yang aku ucapkan saat
melihat hujan mulai turun di Surabaya. Saya baru tiba di Surabaya
sekitar jam 9 malam tadi setelah pulang dari Gresik. Kok kebetulan
sekali ya dan berurutan sekali… Sabtu pagi kota Gresik hujan, Minggu
sore pas lagi di rumah hujan turun
, dan malamnya saat nyampe di
Surabaya lagi dan baru dua jam berselang hujan turun lagi.

Hujan
pertama di Surabaya mulai turun sekitar jam 11 malam lebih, kebetulan
saat saya sedang nonton pertandingan sepakbola antara Manchester United
dan Chelsea. Saat tulisan ini dimuat di sini, hujan masih turun dengan
derasnya…. Wah jadi lumayan dingin lagi udaranya, tambah dingin
karena di sini pake AC… Bbrrr brrrr….

Meskipun demikian,
sebenarnya pada sabtu pagi kemaren wilayah Surabaya (khususnya dekat
kampus ITS Surabaya) sudah mulai gerimis meskipun hanya sebentar saja.

Prediksi Mbah BMG rupanya benar bahwa hujan di Surabaya bakal turun akhir November ini.

Ah.. Siap-siap mantel, payung atau jas hujan lagi deh….. Basah-basah lagi…..

Waduh..
Jadi mikir-mikir lagi nih.. Bagaimana nasib lumpur panas Lapindo saat
hujan nanti??? Semoga sesuatu yang lebih buruk tidak akan terjadi…
Amin..!

Setahun Pasca Operasi Appendictomy

Tidak terasa setahun sudah berlalu
sejak operasi appendictomy alias operasi usus buntu yang aku alami pada
tanggal 22 November 2005 pukul 00:09 WIB di lantai 5 gedung Instalasi
Rawat Darurat RSUD dr. Sutomo Surabaya.

Hasilnya adalah satu
luka bekas operasi dan jahitan yang berbentuk seperti garis sepanjang
kurang lebih 8 cm yang melintang di bagian pinggang sebelah kanan, yang
sampai sekarang masih ada dan masih bisa kulihat. Sebuah prasasti
sejarah yang tergoreskan di tubuh ini yang akan selalu kuingat
sepanjang hidup ini.

Artikel terkait:

Pidato Presiden Amerika George Walker Bush

Ehm ehm…

Kepada yang terhormat Direktur CIA, FBI, Direktur
Bank Dunia, ADB, IMF, CEO Haliburton, Exxon Mobil, Freeport,
Bankir-bankir Internasional, dan semua yang telah membantu kami
membiayai perang Iraq, Afghanistan, serta menyebarluaskan kekuasaan
Imperium global, Direktur media dan televisi CNN, ABC, NBC, yang telah
membantu propaganda kita, kami ucapkan terima kasih.

Hari ini
adalah hari yang sangat penting karena pada hari ini saya akan
melaporkan keadaan Indonesia, yang dulu kita takuti itu, sekarang sama
sekali tak berdaya di hadapan kita. Kita tidak perlu takut kepada
angkatan bersenjata mereka, karena senjata yang mereka gunakan adalah
kiriman dari negeri kita, lihatlah ketika kita jatuhkan embargo
senjata, tentara-tentara mereka seperti maung ompong ha.. ha.. ha..
ha.. (hadirin tertawa), yang lebih lucu lagi kemarin presidennya
sendiri yang memelas pada kita untuk menghentikan embargo itu…
ha..ha..ha.. (hadirin tertawa).. kasihan-kasihan.

Tak perlu
takut pada generasi mudanya, rupanya faham materialisme, budaya
konsumtif, hedonisme, individualisme, yang kita ajarkan itu lewat
iklan-iklan kita, tayangan-tanyangan televisi kita, film-film kita,
propaganda-propaganda kita, sudah tertanam pada hati dan pikiran
sebagian besar dari mereka. Jangankan memikirkan negeri atau umatnya
lebih-lebih agamanya, kini mereka hanya memikirkan kesenangan diri
mereka sendiri. Bayangkan saja negara semiskin itu penduduknya
menempati urutan tertinggi dalam korupsi dan dalam urusan berbelanja
baju ke Singapura, mengalahkan Jepang, Australia, dan China sekalipun.
ha.. ha.. ha.. (hadirin tertawa).

Tak perlu takut tentang
pelajar-pelajarnya, karena mahasiswa-mahasiswa terbaiknya selalu kita
rekrut dan kita pekerjakan di perusahaan-perusahaan minyak atau tambang
kita, dan kita menyuap mereka dengan gaji yang besarnya sama dengan
loper koran di negeri kita. ha.. ha.. ha.. (hadirin tertawa).

Bayangkan
orang-orang terbaiknya hadirin. Tak perlu takut kepada pemimpin politik
dan pejabatnya, karena sebagian besar dari mereka adalah orang yang
gila jabatan dan sangat mudah untuk disuap, untuk uang dan jabatan,
mereka bisa kita minta untuk melakukan apa saja sesuai keinginan kita.
Dasar mental koruptor! ha.. ha.. ha.. ha.. (hadirin tertawa).

Hutang
mereka sudah sangat besar dan hampir mustahil bisa mereka bayar, 22%
APBN mereka habis untuk membayar hutang kepada kita, sehingga
mengurangi anggaran pendidikan mereka, kesehatan mereka, dan pelayanan
sosial mereka. Sehingga di negeri itu banyak penduduknya yang
kelaparan, miskin, sakit dan tak mampu berobat, ini merupakan
keuntungan bagi kita. Karena semakin lama jika kondisi tidak berubah,
maka akan tercipta generasi yang lemah dari negeri itu. Yang tidak akan
mampu melawan kita, seperti yang selama ini kita harapkan.

Kekayaan
negeri mereka hampir semuanya kita kuasai, lebih dari 96 % ladang
minyak mereka telah kita miliki, tambang batu-bara, tembaga, emas, yang
beroperasi di negeri itu hampir semuanya adalah milik kita. Lebih dari
itu mimuman-minuman, makanan-makanan, buku-buku, walau banyak yang
ngopi, komputer-komputer, software-soffware mereka, walau banyak yang
ngebajak, bahkan odol dan sabun yang mereka gunakan adalah produksi
perusahaan2-perusahaan kita. ha.. ha.. ha.. (hadirin tertawa),…
Indonesia merupakan ladang dollar kita yang harus tetap kita
pertahankan bagaimanapun caranya, 200 juta lebih penduduk negeri itu
merupakan konsumen bagi produk-produk perusahaan kita.

Singkat
kata Indonesia telah kalah dari kita baik dari segi ekonomi, militer,
politik, budaya, teknologi, dan lain-lain dan lain-lain Untuk menjaga
agar kondisi ini tetap berlangsung, maka saya sarankan agar lebih
mengefektifkan promosi budaya konsumtif dan hedonisme kepada mereka,
kepada agen-agen CIA agar memecah belah , tebarkan kecurigaan dan
fitnah di antara mereka, biar mereka terus berkelahi dan tidak punya
waktu untuk melawan Imperialisme kita, terus rekrut generasi muda
terbaiknya agar bekerja untuk perusahaan-perusahaan kita, sehingga
tidak akan banyak gerakan yang menentang kita.

Sebelum
mengakhiri pidato ini, saya ucapkan terima kasih atas kerja sama yang
luar biasa ini, kepada seluruh pihak yang telah ikut serta membantu
usaha kita, perusahaan-perusahaan Multinasional, Televisi dan Media
masa, Bank Dunia, IMF, CGI, Negara-Negara Sekutu, Economic Hit Man,
Mafia Berkeley, yang terhormat pejabat korup Indonesia. Dan lain-lain,
dan lain-lain.

Sekian dan terima kasih.
President USA

George Walker Bush

Serba Gratisan di IM3

Asyik.. IM3 bener-bener kartu yang top dah….!! Semuanya serba
kumplit… SMS Gratis pernah! (sering malah… dan apalagi ditambah
sekarang m3-access.com bisa unlimited free sms). Telepon Gratis juga
pernah! (Jaman server IM3 masih sering trouble dan error). GPRS Gratis
juga pernah dulu! (Sewaktu masih baru-barunya kolaborasi sinyal
Satelindo dengan IM3 yang ngetop dengan "Sinyal Kuat Indosat").
Semuanya serba gratis, tanpa bayar euy.. Ini mungkin kelebihan kartu
seluler Indosat M3 ini, jika dilihat dari sisi lain hehehehe…

Seharian
kemaren kita bisa SMS gratis ke semua nomor lokal sampe internasional,
cukup dengan mengganti pusat pesan atau message center alias SMSC yang
semula +62855000000 diganti +62818445121. Anda bisa SMS Gratis sampe
jempol lecet-lecet ga masalah… Lanjut bro!

Meski hanya
bertahan sehari saja (dulu pernah sampe 2 bulan lebih lho) karena tadi
pagi sekitar pukul 10-an sudah ga bisa lagi karena mungkin sudah
"diketahui" dari pihak XL-nya. Sekedar catatan saja, pusat pesan
tersebut adalah milik XL. Bisa kita lihat dari nomornya yaitu +62818xxx.

Lengkap
sudah perjalanan SMS Gratis IM3. Pernah numpang di SMSC Telkomsel
+6281100001, pernah juga numpang di SMSC Satelindo +628162868, juga
pernah numpang di SMSC XL +62818445117 +62818445121, pernah juga ganti
di SMSC milik IM3 sendiri +62855000901 - 62855000999 +6285500001,
pernah juga pake SMSC milik operator manca, dan lain-lain sampe aku
lupa nomor SMSC-nya…. Itu yang disebutkan di atas mungkin hanya
sebagian kecil dari SMSC-SMSC yang bisa dimanfaatkan untuk SMS gratis.

Pernah
juga dulu ngetrend di kalangan mahasiswa (umumnya yang kantong cekak)
adalah "dua detikan". Mirip kaya HT gitu deh.. hehe.. Gratis kenapa ga
dimanfaatin kata mereka… Toh banyak manfaatnya. Seperti kalau cuma
mau nanya "kamu dimana?" ga usah pake kirim SMS, cukup telpon "dua
detikan" saja. Yah itung-itung penghematan kata mereka.

Anda pernah punya pengalaman lain?

Perhatian perhatian…

Blog ini adalah sempalan dari http://anangku.blogspot.com/ dan http://anangku.multiply.com/